Health
Program Kesehatan Remaja merupakan inisiatif berbasis sekolah yang menyasar remaja usia 13–18 tahun dalam mendukung tumbuh kembang yang sehat dan berdaya. Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan, dukungan psikososial, dan keterlibatan aktif sekolah, orang tua, serta komunitas. Selaras dengan Gerakan Nasional Aksi Bergizi dan pelaksanaan Trias UKS, program ini memperkuat kapasitas sekolah sebagai lingkungan yang aman dan mendukung kesehatan remaja. Dampak program terlihat dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi remaja dalam menjaga kesehatan diri, serta tumbuhnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan ramah remaja.
Tujuan Program:
1. Mendukung Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam upaya peningkatan kesehatan remaja.
2. Mendorong kolaborasi dan koordinasi lintas sektor dalam implementasi program kesehatan remaja berbasis sekolah.
3. Memperkuat komitmen dan kapasitas sekolah dalam mendukung kesehatan remaja secara komprehensif, mencakup kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta kesehatan jiwa.
4. Mendorong keterlibatan aktif remaja dalam mengidentifikasi masalah, mencari solusi, serta berbagi praktik baik terkait kesehatan remaja.
5. Melaksanakan upaya strategis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta kesehatan jiwa.
6. Meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi remaja terkait kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta kesehatan jiwa.
Sasaran Program:
1. SMP N 2 Semarang
2. SMP N 25 Semarang
3. SMP N 39 Semarang
4. SMA N 14 Semarang
5. SMK Pangudi Luhur Tarcisius Semarang
Program ini diharapkan dapat mendukung program nasional Aksi Bergizi dan sejalan dengan pelaksanaan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah.
Melalui program kesehatan remaja berbasis sekolah, diharapkan remaja menjadi lebih berdaya, memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat terkait kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta kesehatan jiwa. Sekolah berperan sebagai lingkungan yang mendukung dengan meningkatkan komitmen, kapasitas, dan kerja sama lintas sektor. Remaja didorong aktif mengenali masalah dan mencari solusi kesehatan di lingkungannya. Dukungan dari orang tua dan komunitas juga diharapkan dapat memperkuat pendampingan psikososial serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.