Learning
Program Learning YKKS (Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata) merupakan program terintegrasi yang mencakup tiga komponen utama, yaitu Pengasuhan Responsif, Pengasuhan Positif, dan Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK).
Program ini bertujuan untuk memastikan anak mencapai tahapan perkembangan yang sesuai dengan usianya, memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan, serta memperoleh perlindungan baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas fasilitator dan pelaksanaan kelas pengasuhan rutin di tingkat komunitas, program ini berupaya menumbuhkan pola asuh yang penuh kasih, tanpa kekerasan, serta membangun hubungan yang positif antara orang tua dan anak.
Selain itu, program PKHLK mendukung anak agar memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya, memahami nilai kerja keras, serta memiliki kesadaran literasi keuangan sejak dini.
Program pengasuhan dan program kecakapan hidup yang terintegrasi di bawah naungan program learning dengan tujuan utama memastikan anak mencapai tahapan perkembangan yang sesuai dengan usia dan memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan serta mendapatkan perlindungan baik di rumah maupun di lingkungan Masyarakat.
Program Learning menyasar:
1. Orang tua dan pengasuh anak usia 0–14 tahun melalui kelas Pengasuhan Responsif dan Pengasuhan Positif.
2. Anak-anak dan remaja melalui kelas PKHLK untuk membangun karakter, kemandirian, serta kecakapan hidup dasar.
3. Masyarakat dan lembaga lokal, seperti kader PKK, tutor PAUD, dan perangkat kelurahan, melalui kegiatan peningkatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor.
4. Wilayah pelaksanaan mencakup empat kelurahan dampingan:
Tanjung Mas, Bandarharjo, Kuningan, dan Dadapsari di Kota Semarang, dengan total 63 kelompok kelas (31 kelas pengasuhan responsif dan 32 kelas pengasuhan positif & PKHLK) serta dukungan aktif dari kelurahan, RW/RT, dan sekolah dasar setempat.
Beberapa hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan program Learning antara lain:
1. Peningkatan kapasitas 57 fasilitator pengasuhan positif dan PKHLK yang secara rutin mengikuti pelatihan dan memfasilitasi kelas di komunitas.
2. Terselenggaranya kelas pengasuhan rutin di lebih dari 30 RW dan Pos PAUD, dengan partisipasi aktif orang tua dan anak.
3. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua/pengasuh dalam mendidik anak sesuai tahap perkembangan dan hak anak.
4. Terbangunnya dukungan lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan Kelurahan, PKK, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang, dalam penyediaan tempat dan pendampingan kegiatan.
5. Integrasi modul pengasuhan responsif dengan BKB (Bina Keluarga Balita) yang membuka peluang adopsi modul oleh pemerintah kota.
6. Tumbuhnya perilaku positif anak, peningkatan kemampuan literasi keuangan sederhana, serta pemahaman nilai tanggung jawab dan kerja sama di lingkungan sekolah maupun komunitas.