YKKS Semarang bersama ChildFund Gelar Pelatihan Swipe Safe untuk Aparat Penegak Hukum

YKKS Semarang bersama ChildFund Gelar Pelatihan Swipe Safe untuk Aparat Penegak Hukum

NEWS DETAILS
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam upaya memperkuat perlindungan anak di era digital, Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) Semarang bersama ChildFund International di Indonesia menggelar Pelatihan Swipe Safe. Kali ini pelatihan Swipe Safe diperuntukkan bagi Aparat Penegak Hukum di Kota dan Kabupaten Semarang.

Kegiatan berlangsung pada 10-11 Maret 2025 di Hotel Candi Indah Semarang, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat dalam menangani kejahatan online terhadap anak. Peserta pelatihan berasal dari perwakilan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Unit PPA Polrestabes Semarang, serta Polres Semarang.

Selain itu, juga perwakilan dari Polsek dan Babinkamtibmas Kota dan Kabupaten Semarang, fasilitator dari Swipe Safe dan LBH APIK, serta staf YKKS dan ChildFund.

Salah satu narasumber utama dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum RI juga memberikan materi secara daring terkait Pendekatan Hukum dalam Penanganan Kasus Kejahatan Online pada Anak serta Alur Mendapatkan Bantuan Hukum dari BPHN.

Dalam sambutannya, Pimpinan Proyek YKKS, Paulus Mujiran, menegaskan bahwa tren kejahatan berbasis online semakin meningkat, dengan anak-anak sebagai kelompok rentan yang sering menjadi sasaran eksploitasi dan kekerasan digital.

“Diperlukan langkah konkrit dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk membangun sistem perlindungan anak online yang efektif dan responsif terhadap tantangan dunia digital,” ujar Paulus dalam rilis kepada Tribunjateng.com.

Pernyataan ini didukung dengan informasi yang diberikan oleh perwakilan dari Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah yang menyampaikan bahwa penanganan kasus yang berhubungan dengan aktivitas dunia maya, pihaknya telah menangani 15-20 laporan tiap hari.

Laporan ini muncul diduga karena ada kejahatan di dunia maya, karena saat ini sedang marak. Jika dirata-rata saat ini Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah sudah berhasil menangani sekitar 2.300 kasus dari awal mula dibentuknya devisi ini yakni September 2024 hingga sekarang.

Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting, seperti pemahaman tentang berbagai bentuk kekerasan berbasis online, strategi pencegahan, mekanisme pelaporan, serta rujukan hukum bagi korban yang masih berusia anak.

Selain itu, peserta juga berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penanganan kasus di lapangan. Dengan metode interaktif seperti diskusi, brainstorming, dan berbagi pengalaman, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru dan mendorong kerja sama lintas sektor dalam menangani dan mencegah kejahatan online terhadap anak,” ujar salah satu fasilitator dari Swipe Safe.

Pelatihan Swipe Safe bagi Aparat Penegak Hukum ini merupakan bagian dari komitmen ChildFund International di Indonesia dan YKKS dalam menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi anak-anak. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan aparat dalam menangani kasus kejahatan digital, diharapkan akan terbentuk ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat dan berkelanjutan.

YKKS atau Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata lahir sebagai bentuk kepedulian atas begitu banyaknya masalah sosial di antara kelompok marginal yang membuat mereka kerap tersisihkan di tengah masyarakat.

Dengan visi terwujudnya perlindungan anak, kesetaraan gender, kelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Maka YKKS makin gencar menggelar kegiatan bersama mitra untuk Memfasilitasi upaya perlindungan anak dengan memperhatikan hak anak. Pembaca bisa menghubungi "Swipe Safe" Irma Amalia 087705454748 dan dan Pritania Spesialis Swipe Safe ChildFund International 081384579910.
OTHER NEWS
Dorong Internet Aman di Sekolah, YKKS Gelar Orientasi Integrasi Swipe Safe–BERDAYA untuk Guru SMA/SMK Semarang
05
Feb
https://smk10semarang.sch.id/dorong-internet-aman-di-sekolah-ykks-gelar-orientasi-integrasi-swipe-safe-berdaya-untuk-guru-sma-smk-semarang/

Dorong Internet Aman di Sekolah, YKKS Gelar Orientasi Integrasi Swipe Safe–BERDAYA untuk Guru SMA/SMK Semarang

SEMARANG – Upaya memperkuat keamanan dan literasi digital di lingkungan sekolah terus dilakukan. Yay...

Read More
What does meaningful collaboration look like in practice?
10
Dec
https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7404005716300251136/

What does meaningful collaboration look like in practice?

The partnership between Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) and ChildFund Internati...

Read More
A Partnership That Grew With the Community
05
Dec
https://www.childfund.id/blog/story-4/a-partnership-that-grew-with-the-community-15

A Partnership That Grew With the Community

On a warm morning in Semarang, Paulus Mujiran begins his day by walking through neighborhoods where...

Read More