SMPN 39 Semarang Terapkan Keamanan Online Melalui Aplikasi Swipe Safe

SMPN 39 Semarang Terapkan Keamanan Online Melalui Aplikasi Swipe Safe

NEWS DETAILS
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anak-anak dan remaja di Indonesia semakin aktif di dunia digital untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi. Namun, pesatnya perkembangan teknologi juga membawa risiko seperti eksploitasi seksual online, cyberbullying, kekerasan, penipuan digital, serta paparan konten tidak pantas.

Survei rumah tangga ‘Disruptive Harm’ menunjukkan bahwa 92 persen anak Indonesia berusia 12-17 tahun menggunakan internet, sementara studi ChildFund Indonesia (2022) mencatat 43 % anak menghabiskan 1-5 jam per hari di internet dan 31,2 % menghabiskan 6-10 jam sehari.

Sejumlah keprihatinan disuarakan terkait hal ini seperti pembatasan media sosial bagi anak-anak sampai pelarangan memenang gadget pada anak-anak sebelum berusia 18 tahun. Untuk mengatasi tantangan ini, ChildFund Australia mengembangkan Swipe Safe, sebuah program yang meningkatkan literasi digital anak dan remaja agar mereka dapat berinternet dengan aman.

Program ini telah diterapkan di berbagai negara, termasuk di Indonesia oleh ChildFund International di Indonesia yang bermitra dengan organisasi lokal seperti Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) Semarang.
Sejak 2024, Swipe Safe telah dilaksanakan di 25 SMK/SMA/SMP di Kabupaten dan Kota Semarang bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai keamanan online.

Sebagai bagian dari pengembangan program, ChildFund juga meluncurkan Swipe Safe App, aplikasi edukatif berbasis teknologi dengan pendekatan interaktif dan storytelling. Aplikasi ini menyediakan fitur seperti rencana keamanan, kurikulum keamanan online, serta tips aman berselancar di dunia digital untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keamanan digital.

Sekolah Percontohan

SMP Negeri 39 Semarang dipilih sebagai sekolah percontohan dalam mengintegrasikan Swipe Safe ke dalam sistem sekolah, termasuk dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Integrasi ini bertujuan untuk memastikan penggunaan aplikasi Swipe Safe secara optimal dalam lingkungan sekolah.

Kegiatan Integrasi Aplikasi Swipe Safe
1. Pelatihan Swipe Safe bagi Guru – Meningkatkan pemahaman guru tentang keamanan digital dan pendampingan siswa dalam berinternet.
2. Instalasi Aplikasi di Komputer Sekolah – Memastikan aksesibilitas aplikasi Swipe Safe bagi seluruh siswa.
3. Pelatihan Aplikasi Swipe Safe bagi Guru TIK dan BK – Melatih guru dalam pemanfaatan aplikasi sebagai sumber ajar.
4. Pengenalan Aplikasi Swipe Safe ke seluruh siswa – Mendorong penggunaan aplikasi untuk meningkatkan keterampilan digital siswa.

Dengan integrasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep keamanan digital tetapi juga memiliki akses ke alat pembelajaran yang dapat digunakan secara mandiri. Peran aktif guru dalam implementasi aplikasi ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi seluruh siswa.

Tujuan Program
• Meningkatkan literasi digital siswa dan guru.
• Mengintegrasikan Swipe Safe ke dalam kurikulum sekolah.
• Menguatkan kapasitas guru dalam membimbing siswa menghadapi risiko digital.
Target Program
• Instalasi Swipe Safe App di seluruh komputer sekolah.
• Pelatihan bagi seluruh guru dan tenaga pendidik.
• Pengenalan aplikasi kepada seluruh warga sekolah.
Agenda Kegiatan
• 14 Februari 2025 – Instalasi aplikasi di komputer sekolah.
• 24 Februari 2025 – Pengenalan aplikasi ke warga sekolah.
• 27 Februari 2025 – Pelatihan Swipe Safe bagi guru.

Akses Aplikasi Swipe Safe
Aplikasi Swipe Safe dirancang agar mudah diakses melalui perangkat seluler maupun komputer dengan mengunjungi tautan berikut: https://bit.ly/appswipesafeorg.

Dengan komitmen ini, SMP Negeri 39 Semarang semakin memperkuat perannya sebagai sekolah ramah anak dan aman digital, menciptakan lingkungan belajar yang lebih terlindungi bagi generasi muda. Kegiatan kemitraan dengan YKKS selain dapat menjadi pemenuhan salah satu indikator standarisasi Sekolah Ramah Anak di Manajemen Layanan juga menjadi inovasi program sekolah ramah anak yang belakangan ini tengah digalakkan. (wid)
OTHER NEWS
Dorong Internet Aman di Sekolah, YKKS Gelar Orientasi Integrasi Swipe Safe–BERDAYA untuk Guru SMA/SMK Semarang
05
Feb
https://smk10semarang.sch.id/dorong-internet-aman-di-sekolah-ykks-gelar-orientasi-integrasi-swipe-safe-berdaya-untuk-guru-sma-smk-semarang/

Dorong Internet Aman di Sekolah, YKKS Gelar Orientasi Integrasi Swipe Safe–BERDAYA untuk Guru SMA/SMK Semarang

SEMARANG – Upaya memperkuat keamanan dan literasi digital di lingkungan sekolah terus dilakukan. Yay...

Read More
What does meaningful collaboration look like in practice?
10
Dec
https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7404005716300251136/

What does meaningful collaboration look like in practice?

The partnership between Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) and ChildFund Internati...

Read More
A Partnership That Grew With the Community
05
Dec
https://www.childfund.id/blog/story-4/a-partnership-that-grew-with-the-community-15

A Partnership That Grew With the Community

On a warm morning in Semarang, Paulus Mujiran begins his day by walking through neighborhoods where...

Read More